Rizqullah Leza Muhammad. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS



       16-07-2009, ya tepat hari itu aku masuk ke Pondok Pesantren Assalam di Sukabumi, Jawa Barat. Kemauan ku masuk pesantren sangat lah besar, entah kenapa aku ingin masuk pesantren padahal aku sama sekali tidak tahu tentang apa yg ada di pesantren saat itu, mungkin karna saat itu aku hanya berfikir lebih enak tinggal sama teman2 dari pada sama orang tua, ya maklum saja waktu itu aku masih berusia 11thn, jadi pemikiran ku pun belum panjang dan dewasa.
          Sebelum aku mendaftar di Pondok Pesantren Assalam, aku sebelumnya pernah mencoba mendaftar juga di berbagai pesantren, salah satunya yang aku ingat itu ialah Pondok Pesantren LaTansa, aku sudah mendaftar di pesantren itu dan sudah di terima, tapi karna tempatnya terlalu jauh aku menolak, karna aku tidak terlalu suka perjalanan jauh. Lalu, aku berfikir ingin masuk dimana, saat itu aku sudah survey ke 4 pesantren, dan setelah aku pikir-pikir, aku ingin masuk ke Pondok Pesantren Assalam.
          Sebenarnya Pondok Pesantren Assalam itu tempat ke 3 dari 4 pesantren yang aku kunjungi, awalnya sih aku menolak di pesantren itu di karenakan yaa aku melihat fasilitasnya kurang meyakinkan, tapi entah mengapa aku bisa tertarik dan memilih pesantren itu, dari pada 3 pesantren yang sudah di survey. Mungkin karna aku tertarik sudah banyak yang sukses di sana, apalagi yang benar-benar  bikin aku tertarik adalah ada lulusan dari sana bekerja di arab hanya sebagai pentranslate untuk para turis di arab, bukan menjadi pentraslatenya yg membuat aku tertarik, tapi upahnya lah, bayangkan saja hanya mentranslate per orang itu bisa mendapatkan jutaan rupiah.
          Oh, ya aku ini masuk pesantren saat akan memasuki SMP, saat itu aku bersekolah di SDN Tangerang 1. Sebenarnya aku di SDN Tangerang 1 itu murid pindahan, sebelum aku bersekolah di SDN Tangerang 1, aku dulu bersekolah di SDIT Assabar, ya sekolah islam terpadu. Aku pindah ke SDN Tangerang 1 itu karna kemauan aku dan ke2 orang tuaku, karna saat itu orang tua ku ingin saat nanti aku smp aku masuk di smp kota, bukan kabupaten maka karna itu lah aku di pindahkan ke SDN Tangerang 1, saat itu aku pindah pada saat semester 2 kelas 5., ya tidak usah di bahas lebih panjang lagi, lebih baik kita langsung masuk ke ceritanya…
          Singkat cerita, setelah aku masuk di Pondok Pesantren Assalam, secara tiba-tiba hati ku menolak masuk pesantren, bahkan pada saat di jalan ingin menuju ke Pondok Pesantren perasaan menolak itu sudah muncul, tapi apa mau di kata ini semua kemauan ku, dan uang pun sudah masuk toh semua ini demi kebaikan ku, gerutu ku di dalam hati yg saat itu sangat kacau karna benar-benar tidak ingin berpisah dari rumah dan ke dua orang tuaku. Setelah sampai di sana, aku dan keluarga ku bergegas masuk ke kamar yang berada di asrama laki-laki, ternyata sudah banyak yang ada di sana, dan mereka semua murid baru sama seperti aku. Mereka semua dari berbagai kota, ada yang dari Sukabumi, Sumedang, Serang, Bandung, Jakarta, Tangerang sama seperti ku, dan bahkan ada yang dari NTT, dan masih banyak lagi.
          Nah, setelah orang tua ku memindahkan perlengkapanku yang sudah aku bawa dan beli dari rumah semuanya di pindahkan ke lemari ku, orang tuaku dan keluargaku akan kembali ke tangerang aku sempat ingin ikut kembali, bahkan aku sempat merengek tapi ya tetap saja tidak boleh. Jujur saja saat orang tuaku berangkat untuk pulang, hati ku langsung sedih tak karuan, meskipun tidak meneteskan air mata, tetap saja aku sedih, tapi ke sedihan itu tidak berlangsung lama kesedihan itu hanya beberapa jam bahkan beberapa menit saja, karna aku memiliki teman baru, ya karna aku sangat menyukai sesuatu hal yang baru salah satunya teman baru. Saat itu aku hanya bermain dengan 3 atau 4 orang saja, padahal di kamar ku terdapat 15 orang. Jujur saja aku itu orangnya suka menebak-nebak karakteristik orang dari wajahnya, ada wajahnya yang terlihat berandal, nah wajah-wajah yang seperti ini lah yang enggan aku temani karna aku tidak menyukainya, nah sifat ini harus aku hilangkan karna itu dosa, suudzhan kepada orang lain, bahkan sampai saat ini sifat itu masih ada dalam diri ku -_-
          Malam pertama aku lalui di pesantren itu biasa-biasa aja, peraturan sesungguhnya belum di terapkan di pesantren. Yang tidak aku suka di pesantren saat itu adalah suasana nya ya suasana di pesantren dan di rumah itu benar-benar berbeda, aku tidak menyukai suasana di sini meskipun di sini banyak pepohonan masih sejuk dan alami tetap saja aku tidak menyukainya. Aku sungguh bingung sangat amat bingung kepada diriku ini, karna kalau aku menginap di rumah saudara, atau ada persami sekolah berhari-hari itu sangatlah biasa, tapi ini? Baru 1 hari aku sudah seperti ini, bahkan 1 hari pun belum ada. Aku melupakan orang tua ku dengan cara ya melakukan berbagai aktifitas di pesantren, dari mulai olahraga, shalat sunah, baca qur’an, dll. Jarang sekali aku melamun di pesantren, bahkan tidur siang pun aku jarang, karna hanya untuk tidak selalu ingat ke dua orang tuaku.
          Step by step peraturan di pesantren mulai di terapkan, salah satunya kalau selesai shalat tidak boleh langsung keluar masjid, harus ikut doa, dan baca qur’an dulu. Dan yg paling tidak sukai dan aku sukai ada lah belajar bahasa Inggris setiap hari, yg tidak aku sukai dari belajar bahasa Inggris itu ialah belajar nya habis shalat subuh, ya selesai lekas shalat subuh seluruh santri kelas 1 di kumpul di salah satu kamar dan belajar bahasa Inggris di situ. Pengajarnya bukanlah ustadzh(Guru), melainkan ialah kakak kelas yang sudah kelas 6(3SMA). Disana terdapat SMP,dan SMA.
          Setelah kurang lebih aku seminggu disana, aku langsung dibagi kelas, waktu itu aku dapat kelas 1B, saat pertama masuk ternyata wali kelas ku ustadzh Anzani, beliau adalah wali kelas ku. Beliau masih muda, beliau baru lulus tahun lalu tepatnya ya angkatan 2009. Beliau mengabdi selama 1 tahun, ya memang setelah lulus SMA di pesantren, santri di wajibkan mengabdi selama 1 tahun, mengabdinya tidak hanya di pesantren, semuanya di bagi-bagi, ada yang mengabdi di luar pesantren maupun di dalam pesantren.
          Selama di kelas berhari-hari tidak pernah aku yang namanya tidak ngantuk, ya aku setiap harinya selalu ngantuk di kelas tak jarang aku tertidur di kelas, mungkin karna aku kelelahan di karenakan jadwal pesantren begitu padat setiap harinya, bayangkan saja dari jam 04.00 sampai jam 22.00 malam, dan itu semuanya ada aktifitas, sekalinya istirahat pun hanya jam 12.00 setelah itu aku harus kembali lagi ke sekolah untuk belajar kembali.
          Ya, setelah beberapa minggu aku di pesantren tak pernah aku lupa untuk setiap harinya menelfon orang tua ku, bahkan uang jajan pesantren ku habis untuk menelfon ku ya sekitar 70% uang jajan ku habis hanya untuk nelfon orang tua ku.
          Dan sampai akhirnya aku jatuh sakit, dan pulang ke rumah untuk beberapa hari. Dan begini lah resikonya kalau sudah ada di rumah aku tidak berniat untuk kembali lagi ke pesantren, tapi bagaimana pun aku harus kembali ke pesantren mau gak mau.
          Setelah aku kembali ke pesantren dan aku saat itu sudah benar-benar ingin keluar dari pesantren timbul hasrat ku untuk ingin mengatakan kepada orang tuaku kalau aku ingin keluar dari pesantren. Setelah aku mengatakan ingin keluar ayahku jatuh sakit karna dia kepikiranku yang ingin keluar dari pesantren, sebelumnya dia sangat bangga karna aku masuk pesantren atas kemauan ku sendiri, tanpa ada paksaan dari kedua orang tuaku, ya maklum saja. Terpaksa aku urungkan niat ku untuk keluar dari pesantren, setelah aku mencoba urungkan niat ku untuk ingin keluar dari pesantren awalnya sempat berhasil, aku tidak teringat lagi suasana rumah, dan aku pun sudah mulai bisa beradaptasi di lingkungan pesantren, entah setan apa yang kembali ke diri ku ini sehingga membuat diri ku ingin kembali timbul hasrat ingin keluar dari pesantren, dan aku pun seperti dulu lagi seperti tidak betah lagi di pesantren dan akhirnya pun aku ingin kabur dari pesantren, proses kabur dari pesantren ku yang pertama ini tidak tersusun rencana, mungkin bagi pembaca ini sedikit tidak masuk akal, tapi ini lah yang terjadi dan ini faktanya. Aku saat itu sakit panas sangat panas dan parah, memang kalau aku tengah sakit panas yang sangat parah aku kerap kali mengigau dan memimpi yang enggak-enggak. Saat itu aku mengigau bahwa keluarga ku menjemput ku untuk keluar dari pesantren sungguh bangganya diriku dan juga tak menyangka, tiba2 aku bangun dan masih berada di dalam ruang uks, saat itu aku masih tidak kepikiran kalau aku tengah bermimpi, hal pertama yang kupikirkan saat aku tebangun itu ialah membenahi pakaian ku semua, saat itu aku tidak sedang lagi di kamar, karna aku sakit aku tidur di ruang uks. Setelah aku kemas barang ku, aku melihat ke jam dinding ternyata itu masih jam 2, aku masih belum sadar bahwa itu hanyalah mimpi. Setelah ku kemas dan semuanya siap aku memakai tas ku, padahal saat itu aku tengah sakit panas sekali. Dalam mimpi ku itu aku bermimpi bahwa keluarga ku menjemput dan menunggu ku di luar gerbang pesantren. Setelah aku berjalan hampir sampai di ke depan gerbang, ada 2 orang santri kakak kelas yang tengah berjaga, ya memang di pesantren ada jadwal piket malem dan pagi, nah kalo kebagian jadwal piket malem itu jaga pesantren di malem hari. Nah, setelah aku sesampai di gerbang ada 2 orang kakak kelas menanyakan kepadaku “Kamu mau kemana?” Tanya kakak kelas itu. “Mau pulang, orang tuaku sudah menunggu di depan.” Jawab ku sekenanya, karna saat itu aku hanya berpikiran akan pulang. Sesampainya di depan gerbang itu kosong tidak ada apapun, dan bodohnya lagi aku masih belum sadar bahwa saat waktu yg menjemput ku pulang itu hanya ada di dalam mimpi! Aku sempat menunggu beberapa menit di depan pesantren, dengan penuh hati kecewa, karna saat itu aku berpikir bahwa aku kelamaan siap-siap dan udah di tinggalin. Karna, aku ngotot ingin pulang aku pun terpaksa mengetuk rumah warga padahal saat itu sekitar jam 2. Salah seorang warga itu pun keluar, dan aku bertanya “Pak,  tadi ada mobil gak yang lewat sini?” tanyaku “Tidak ada, memangnya kenapa?” aku lupa apa yang terjadi, karna aku tidak terlalu ingat kejadiannya. Singkat cerita aku pun mengobrol dengan bapak2 itu entah sampai kapan, tapi yang jelas setelah aku mengobrol dengan dia, aku bertekad untuk tidak kembali ke pesantren dan akan pulang! Harus pulang hari ini juga! Saat itu uangku sudah habis benar-benar habis, aku nekad dengan setengah sadar aku meminjam uang kepada pemilik pesantren, yg kebetulan rumahnya berada di ruang lingkup pesantren juga. Entah apa yg ku bicarakan dengannya aku lupa, tapi setelah itu aku gagal meminjam uang ke pemilik pesantren itu, aku memilih meminjam uang ke tempat laundry ku, dan berhasil. Langsung saja aku segera pulang, jalan dari pesantren hingga ke jalan raya, itu sangat lah jauh dengan kepala yang amat pusing sekali.
          Setelah sampai di jalan raya, aku baru berpikir bahwa aku tidak tau daerah sini, ya sudah aku bertanya-tanya mobil mana yang menuju ke arah bogor, ya karna saat itu aku berniat pulang ke bogor dulu ke rumah saudaraku, rencananya setelah aku di bogor, aku pulang ke tangerang di jemput oleh orang tuaku. Setelah aku mengetahui mobil apa, lalu aku naik, awalnya aku ragu, karna takut ongkosnya kurang, karna saat itu aku hanya megang uang 20.000. Setelah naik ke mobil, aku bertanya ke penumpang di sebelah ku itu “Mas, ini kalo ke bogor bayarnya berapa?” Tanya ku. “Hmm, 7rb dek.” Jawabnya. “Oh. Yasudah makasih ya mas.” Ucapku seraya mengucapkan terima kasih. “Iya, dek sama-sama.”
          Saat itu aku menaiki mobil kol mini, entahlah mobil apa itu aku tidak tahu, yang jelas aku saat itu tidak naik bis. Setelah sampe di bogor, aku segera berjalan ke rumah sodaraku itu, saat nyampe di rumah sodaraku itu awalnya dia sempat kaget karna kedatanganku, karna setahu dia aku itu di pesantren. Saat aku menjelaskan semua dia menelfon ke dua orang tua ku dan orang ke dua ku pun akan segera ke bogor menyusul ku. Saat disana aku segera tidur, dan aku pun lagi-lagi mengigau dan bermimpi, tapi untung saja aku sudah berada di rumah saudara ku, jadi aku sedikit terawat.
          Awalnya ke dua orang tuaku tidak percaya, tapi setelah mereka menyentuh dahi ku baru mereka percaya dan segera membawa ku pulang kerumah. Sesampainya di rumah lagi-lagi aku kembali seperti itu. Setelah berada di rumah ke adaan ku semakin parah, dan kedua orang tua ku pun membawa ku ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit aku langsung di baringkan di tempat tidur dan di bawa masuk ke dalam “ Ini kayak orang kecelakaan aja, pake beginian, padahalkan aku bisa jalan sendiri.” Ucapku dalam hati.
          Setelah di dalam aku di suntik, dan dokter mengatakan ini harus di rawat, aku terkena dehidrasi, dan typus. Aku pun di rawat di rumah sakit di tangerang untuk beberapa hari. Setelah di rawat orang tua ku pun menelpon ke pesantren kalau aku berada di rumah sakit, awalnya saat orang tuaku menelpon pihak pesantren, pihak pesantren sempat kaget di karenakan bingung tiba-tiba aku sudah ada di rumah.
          Ya, itulah cerita kabur dari pesantren ku yang pertama, nanti akan ku lanjutkan di kabur pesantren part II.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

6 komentar:

Unknown mengatakan...

ja, cerpen lu koplak hahaha
gua tunggu yang part 2 nya, wkwkwk :D

Unknown mengatakan...

Hahaha sip sip :D

Unknown mengatakan...

semoga bisa kembali lagi ke pondok, karena ilmu di pondok banyak kelebihannya, mungkin masa anak2 belum terasa tapi dewasa kelak sangatlah terasa mamfa'atnya. selamat......

Ardyan mengatakan...

Hahaha cerita lu seru banget cepetin part 2 ya sekalian tips kabur nya

Ardyan mengatakan...

Hahaha cerita lu seru banget cepetin part 2 ya sekalian tips kabur nya

Unknown mengatakan...

pesantren itu menggembleng elo biar jadi org gak lemah,dan elo mendapat 2 ilmu dunia dan aherat,gw rasa elo yg terlalu manja,padahal kehidupan dunia itu amat keras

Posting Komentar