Rizqullah Leza Muhammad. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS





http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf6/skins/common/images/magnify-clip.png
tingkat inflasi di dunia
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.[1] Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
Penyebab
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi).[rujukan?] Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
Inflasi tarikan permintaan (Ingg: demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.
Inflasi desakan biaya (Ingg: cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.
Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal, yaitu :
kenaikan harga, misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji, misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.
Penggolongan
Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation). Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi).
Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
1.    Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2.    Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3.    Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4.    Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)
Mengukur inflasi
Inflasi diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:
·         Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
·         Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI).
·         Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.
·         Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.
·         Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.
Dampak

http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf6/skins/common/images/magnify-clip.png
Pekerja dengan gaji tetap sangat dirugikan dengan adanya Inflasi.
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.
Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.
Bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur), inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Bahkan, bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).
Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Peran bank sentral
Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral -termasuk pemerintah. Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen -- salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian -- akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi.
Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia, termasuk oleh Bank Indonesia.


Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

read comments

Lipstikan dulu sebelum foto-foto.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

read comments


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

read comments


wallpaper real madrid
Berdiri: 1902
Alamat: C/ Concha Espina, 1 Spain
Telepon: (+34) 91 398 43 00 -
Surat Elektronik: mensajes@realmadrid.com
Laman Resmi: http://www.realmadrid.com
Ketua: Florentino Pérez
Direktur: Miguel Pardeza
Stadion: Santiago Bernabéu, Madrid
Sejarah Singkat
Klub Spanyol paling sukses ini boleh berbangga dengan berbagai gelar yang pernah diraihnya. Terbanyak menjuarai Primera Liga Spanyol, koleksi sembilan gelar Real Madrid di Liga Champions juga belum tertandingi klub manapun. Jika Madrid di era modern identik dengan Los Galacticos, klub ibukota Spanyol ini ternyata berdiri setelah terinspirasi kaum cendekiawan. Beberapa profesor dan mahasiswa asal Inggris memperkenalkan sepakbola dan Football Club Sky pun berdiri sebagai cikal bakal klub pada 1897. Tiga tahun berselang, klub terpecah menjadi Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Pada 1902, klub terakhir pecah lagi dan berdirilah Madrid Football Club, yang meraih gelar Copa del Rey 1905 dan turut mendirikan federasi sepakbola Spanyol pada 1909. Barulah pada 1920, klub menggunakan nama Real Madrid yang disematkan Raja Alfonso XIII.

Pada 1929, Madrid ikut memulai liga sepakbola Spanyol bersama sembilan klub lain. Hingga saat ini, bersama Barcelona dan Athletic Bilbao, Los Blancos menjadi klub yang tak pernah terdegradasi dari Primera Liga. Madrid memenangi gelar liga untuk kali pertama pada musim 1931/32. Pada periode ini, Madrid dipimpin presiden Santiago Bernabeu Yeste, yang membangun kembali stadion klub dan Ciudad Deportiva setelah rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Awal 1953, Bernabeu mencetuskan ide menggunakan pemain berkelas dunia dari luar negeri. Penyerang kenamaan Argentina, Alfredo di Stefano, didatangkan. Sejarah pun mencatat kejayaan Madrid di Piala Champions sejak kali pertama digulirkan 1956. Madrid menjadi yang terbaik di Eropa selama lima edisi berturut-turut. Gelar keenam sukses diraih pada 1966.

Kejayaan juga terjadi di kancah domestik. Madrid tak tertahankan dengan menjuarai liga delapan kali pada periode 1960-an. Madrid mampu menjaga tradisi menjuarai liga pada setiap dasawarsa hingga terakhir kali melakukannya musim 2007/08. Pada 1980-an, bersama kuintet La Quinta del Buitre; yakni Emilio Butragueno, Manuel Sanchis, Martin Vazquez, Michel, dan Miguel Pardeza; Madrid lima kali berturut-turut menjuarai liga antara 1986 hingga 1990. Namun, mereka harus menunggu lama untuk melanjutkan kejayaan di Eropa. Baru pada 1997/98, 32 tahun setelah gelar terakhir, Madrid sukses menambah koleksi Liga Champions.

Pada dasawarsa 2000-an, kebijakan mengumpulkan pemain bintang, seperti yang pernah dilakukan Bernabeu, dilanjutkan presiden Florentino Perez. Pro dan kontra lahir, tapi Los Merengues tetap akan dikenal sebagai klub para pemain bintang.

Sumber : Goal.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

read comments



       16-07-2009, ya tepat hari itu aku masuk ke Pondok Pesantren Assalam di Sukabumi, Jawa Barat. Kemauan ku masuk pesantren sangat lah besar, entah kenapa aku ingin masuk pesantren padahal aku sama sekali tidak tahu tentang apa yg ada di pesantren saat itu, mungkin karna saat itu aku hanya berfikir lebih enak tinggal sama teman2 dari pada sama orang tua, ya maklum saja waktu itu aku masih berusia 11thn, jadi pemikiran ku pun belum panjang dan dewasa.
          Sebelum aku mendaftar di Pondok Pesantren Assalam, aku sebelumnya pernah mencoba mendaftar juga di berbagai pesantren, salah satunya yang aku ingat itu ialah Pondok Pesantren LaTansa, aku sudah mendaftar di pesantren itu dan sudah di terima, tapi karna tempatnya terlalu jauh aku menolak, karna aku tidak terlalu suka perjalanan jauh. Lalu, aku berfikir ingin masuk dimana, saat itu aku sudah survey ke 4 pesantren, dan setelah aku pikir-pikir, aku ingin masuk ke Pondok Pesantren Assalam.
          Sebenarnya Pondok Pesantren Assalam itu tempat ke 3 dari 4 pesantren yang aku kunjungi, awalnya sih aku menolak di pesantren itu di karenakan yaa aku melihat fasilitasnya kurang meyakinkan, tapi entah mengapa aku bisa tertarik dan memilih pesantren itu, dari pada 3 pesantren yang sudah di survey. Mungkin karna aku tertarik sudah banyak yang sukses di sana, apalagi yang benar-benar  bikin aku tertarik adalah ada lulusan dari sana bekerja di arab hanya sebagai pentranslate untuk para turis di arab, bukan menjadi pentraslatenya yg membuat aku tertarik, tapi upahnya lah, bayangkan saja hanya mentranslate per orang itu bisa mendapatkan jutaan rupiah.
          Oh, ya aku ini masuk pesantren saat akan memasuki SMP, saat itu aku bersekolah di SDN Tangerang 1. Sebenarnya aku di SDN Tangerang 1 itu murid pindahan, sebelum aku bersekolah di SDN Tangerang 1, aku dulu bersekolah di SDIT Assabar, ya sekolah islam terpadu. Aku pindah ke SDN Tangerang 1 itu karna kemauan aku dan ke2 orang tuaku, karna saat itu orang tua ku ingin saat nanti aku smp aku masuk di smp kota, bukan kabupaten maka karna itu lah aku di pindahkan ke SDN Tangerang 1, saat itu aku pindah pada saat semester 2 kelas 5., ya tidak usah di bahas lebih panjang lagi, lebih baik kita langsung masuk ke ceritanya…
          Singkat cerita, setelah aku masuk di Pondok Pesantren Assalam, secara tiba-tiba hati ku menolak masuk pesantren, bahkan pada saat di jalan ingin menuju ke Pondok Pesantren perasaan menolak itu sudah muncul, tapi apa mau di kata ini semua kemauan ku, dan uang pun sudah masuk toh semua ini demi kebaikan ku, gerutu ku di dalam hati yg saat itu sangat kacau karna benar-benar tidak ingin berpisah dari rumah dan ke dua orang tuaku. Setelah sampai di sana, aku dan keluarga ku bergegas masuk ke kamar yang berada di asrama laki-laki, ternyata sudah banyak yang ada di sana, dan mereka semua murid baru sama seperti aku. Mereka semua dari berbagai kota, ada yang dari Sukabumi, Sumedang, Serang, Bandung, Jakarta, Tangerang sama seperti ku, dan bahkan ada yang dari NTT, dan masih banyak lagi.
          Nah, setelah orang tua ku memindahkan perlengkapanku yang sudah aku bawa dan beli dari rumah semuanya di pindahkan ke lemari ku, orang tuaku dan keluargaku akan kembali ke tangerang aku sempat ingin ikut kembali, bahkan aku sempat merengek tapi ya tetap saja tidak boleh. Jujur saja saat orang tuaku berangkat untuk pulang, hati ku langsung sedih tak karuan, meskipun tidak meneteskan air mata, tetap saja aku sedih, tapi ke sedihan itu tidak berlangsung lama kesedihan itu hanya beberapa jam bahkan beberapa menit saja, karna aku memiliki teman baru, ya karna aku sangat menyukai sesuatu hal yang baru salah satunya teman baru. Saat itu aku hanya bermain dengan 3 atau 4 orang saja, padahal di kamar ku terdapat 15 orang. Jujur saja aku itu orangnya suka menebak-nebak karakteristik orang dari wajahnya, ada wajahnya yang terlihat berandal, nah wajah-wajah yang seperti ini lah yang enggan aku temani karna aku tidak menyukainya, nah sifat ini harus aku hilangkan karna itu dosa, suudzhan kepada orang lain, bahkan sampai saat ini sifat itu masih ada dalam diri ku -_-
          Malam pertama aku lalui di pesantren itu biasa-biasa aja, peraturan sesungguhnya belum di terapkan di pesantren. Yang tidak aku suka di pesantren saat itu adalah suasana nya ya suasana di pesantren dan di rumah itu benar-benar berbeda, aku tidak menyukai suasana di sini meskipun di sini banyak pepohonan masih sejuk dan alami tetap saja aku tidak menyukainya. Aku sungguh bingung sangat amat bingung kepada diriku ini, karna kalau aku menginap di rumah saudara, atau ada persami sekolah berhari-hari itu sangatlah biasa, tapi ini? Baru 1 hari aku sudah seperti ini, bahkan 1 hari pun belum ada. Aku melupakan orang tua ku dengan cara ya melakukan berbagai aktifitas di pesantren, dari mulai olahraga, shalat sunah, baca qur’an, dll. Jarang sekali aku melamun di pesantren, bahkan tidur siang pun aku jarang, karna hanya untuk tidak selalu ingat ke dua orang tuaku.
          Step by step peraturan di pesantren mulai di terapkan, salah satunya kalau selesai shalat tidak boleh langsung keluar masjid, harus ikut doa, dan baca qur’an dulu. Dan yg paling tidak sukai dan aku sukai ada lah belajar bahasa Inggris setiap hari, yg tidak aku sukai dari belajar bahasa Inggris itu ialah belajar nya habis shalat subuh, ya selesai lekas shalat subuh seluruh santri kelas 1 di kumpul di salah satu kamar dan belajar bahasa Inggris di situ. Pengajarnya bukanlah ustadzh(Guru), melainkan ialah kakak kelas yang sudah kelas 6(3SMA). Disana terdapat SMP,dan SMA.
          Setelah kurang lebih aku seminggu disana, aku langsung dibagi kelas, waktu itu aku dapat kelas 1B, saat pertama masuk ternyata wali kelas ku ustadzh Anzani, beliau adalah wali kelas ku. Beliau masih muda, beliau baru lulus tahun lalu tepatnya ya angkatan 2009. Beliau mengabdi selama 1 tahun, ya memang setelah lulus SMA di pesantren, santri di wajibkan mengabdi selama 1 tahun, mengabdinya tidak hanya di pesantren, semuanya di bagi-bagi, ada yang mengabdi di luar pesantren maupun di dalam pesantren.
          Selama di kelas berhari-hari tidak pernah aku yang namanya tidak ngantuk, ya aku setiap harinya selalu ngantuk di kelas tak jarang aku tertidur di kelas, mungkin karna aku kelelahan di karenakan jadwal pesantren begitu padat setiap harinya, bayangkan saja dari jam 04.00 sampai jam 22.00 malam, dan itu semuanya ada aktifitas, sekalinya istirahat pun hanya jam 12.00 setelah itu aku harus kembali lagi ke sekolah untuk belajar kembali.
          Ya, setelah beberapa minggu aku di pesantren tak pernah aku lupa untuk setiap harinya menelfon orang tua ku, bahkan uang jajan pesantren ku habis untuk menelfon ku ya sekitar 70% uang jajan ku habis hanya untuk nelfon orang tua ku.
          Dan sampai akhirnya aku jatuh sakit, dan pulang ke rumah untuk beberapa hari. Dan begini lah resikonya kalau sudah ada di rumah aku tidak berniat untuk kembali lagi ke pesantren, tapi bagaimana pun aku harus kembali ke pesantren mau gak mau.
          Setelah aku kembali ke pesantren dan aku saat itu sudah benar-benar ingin keluar dari pesantren timbul hasrat ku untuk ingin mengatakan kepada orang tuaku kalau aku ingin keluar dari pesantren. Setelah aku mengatakan ingin keluar ayahku jatuh sakit karna dia kepikiranku yang ingin keluar dari pesantren, sebelumnya dia sangat bangga karna aku masuk pesantren atas kemauan ku sendiri, tanpa ada paksaan dari kedua orang tuaku, ya maklum saja. Terpaksa aku urungkan niat ku untuk keluar dari pesantren, setelah aku mencoba urungkan niat ku untuk ingin keluar dari pesantren awalnya sempat berhasil, aku tidak teringat lagi suasana rumah, dan aku pun sudah mulai bisa beradaptasi di lingkungan pesantren, entah setan apa yang kembali ke diri ku ini sehingga membuat diri ku ingin kembali timbul hasrat ingin keluar dari pesantren, dan aku pun seperti dulu lagi seperti tidak betah lagi di pesantren dan akhirnya pun aku ingin kabur dari pesantren, proses kabur dari pesantren ku yang pertama ini tidak tersusun rencana, mungkin bagi pembaca ini sedikit tidak masuk akal, tapi ini lah yang terjadi dan ini faktanya. Aku saat itu sakit panas sangat panas dan parah, memang kalau aku tengah sakit panas yang sangat parah aku kerap kali mengigau dan memimpi yang enggak-enggak. Saat itu aku mengigau bahwa keluarga ku menjemput ku untuk keluar dari pesantren sungguh bangganya diriku dan juga tak menyangka, tiba2 aku bangun dan masih berada di dalam ruang uks, saat itu aku masih tidak kepikiran kalau aku tengah bermimpi, hal pertama yang kupikirkan saat aku tebangun itu ialah membenahi pakaian ku semua, saat itu aku tidak sedang lagi di kamar, karna aku sakit aku tidur di ruang uks. Setelah aku kemas barang ku, aku melihat ke jam dinding ternyata itu masih jam 2, aku masih belum sadar bahwa itu hanyalah mimpi. Setelah ku kemas dan semuanya siap aku memakai tas ku, padahal saat itu aku tengah sakit panas sekali. Dalam mimpi ku itu aku bermimpi bahwa keluarga ku menjemput dan menunggu ku di luar gerbang pesantren. Setelah aku berjalan hampir sampai di ke depan gerbang, ada 2 orang santri kakak kelas yang tengah berjaga, ya memang di pesantren ada jadwal piket malem dan pagi, nah kalo kebagian jadwal piket malem itu jaga pesantren di malem hari. Nah, setelah aku sesampai di gerbang ada 2 orang kakak kelas menanyakan kepadaku “Kamu mau kemana?” Tanya kakak kelas itu. “Mau pulang, orang tuaku sudah menunggu di depan.” Jawab ku sekenanya, karna saat itu aku hanya berpikiran akan pulang. Sesampainya di depan gerbang itu kosong tidak ada apapun, dan bodohnya lagi aku masih belum sadar bahwa saat waktu yg menjemput ku pulang itu hanya ada di dalam mimpi! Aku sempat menunggu beberapa menit di depan pesantren, dengan penuh hati kecewa, karna saat itu aku berpikir bahwa aku kelamaan siap-siap dan udah di tinggalin. Karna, aku ngotot ingin pulang aku pun terpaksa mengetuk rumah warga padahal saat itu sekitar jam 2. Salah seorang warga itu pun keluar, dan aku bertanya “Pak,  tadi ada mobil gak yang lewat sini?” tanyaku “Tidak ada, memangnya kenapa?” aku lupa apa yang terjadi, karna aku tidak terlalu ingat kejadiannya. Singkat cerita aku pun mengobrol dengan bapak2 itu entah sampai kapan, tapi yang jelas setelah aku mengobrol dengan dia, aku bertekad untuk tidak kembali ke pesantren dan akan pulang! Harus pulang hari ini juga! Saat itu uangku sudah habis benar-benar habis, aku nekad dengan setengah sadar aku meminjam uang kepada pemilik pesantren, yg kebetulan rumahnya berada di ruang lingkup pesantren juga. Entah apa yg ku bicarakan dengannya aku lupa, tapi setelah itu aku gagal meminjam uang ke pemilik pesantren itu, aku memilih meminjam uang ke tempat laundry ku, dan berhasil. Langsung saja aku segera pulang, jalan dari pesantren hingga ke jalan raya, itu sangat lah jauh dengan kepala yang amat pusing sekali.
          Setelah sampai di jalan raya, aku baru berpikir bahwa aku tidak tau daerah sini, ya sudah aku bertanya-tanya mobil mana yang menuju ke arah bogor, ya karna saat itu aku berniat pulang ke bogor dulu ke rumah saudaraku, rencananya setelah aku di bogor, aku pulang ke tangerang di jemput oleh orang tuaku. Setelah aku mengetahui mobil apa, lalu aku naik, awalnya aku ragu, karna takut ongkosnya kurang, karna saat itu aku hanya megang uang 20.000. Setelah naik ke mobil, aku bertanya ke penumpang di sebelah ku itu “Mas, ini kalo ke bogor bayarnya berapa?” Tanya ku. “Hmm, 7rb dek.” Jawabnya. “Oh. Yasudah makasih ya mas.” Ucapku seraya mengucapkan terima kasih. “Iya, dek sama-sama.”
          Saat itu aku menaiki mobil kol mini, entahlah mobil apa itu aku tidak tahu, yang jelas aku saat itu tidak naik bis. Setelah sampe di bogor, aku segera berjalan ke rumah sodaraku itu, saat nyampe di rumah sodaraku itu awalnya dia sempat kaget karna kedatanganku, karna setahu dia aku itu di pesantren. Saat aku menjelaskan semua dia menelfon ke dua orang tua ku dan orang ke dua ku pun akan segera ke bogor menyusul ku. Saat disana aku segera tidur, dan aku pun lagi-lagi mengigau dan bermimpi, tapi untung saja aku sudah berada di rumah saudara ku, jadi aku sedikit terawat.
          Awalnya ke dua orang tuaku tidak percaya, tapi setelah mereka menyentuh dahi ku baru mereka percaya dan segera membawa ku pulang kerumah. Sesampainya di rumah lagi-lagi aku kembali seperti itu. Setelah berada di rumah ke adaan ku semakin parah, dan kedua orang tua ku pun membawa ku ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit aku langsung di baringkan di tempat tidur dan di bawa masuk ke dalam “ Ini kayak orang kecelakaan aja, pake beginian, padahalkan aku bisa jalan sendiri.” Ucapku dalam hati.
          Setelah di dalam aku di suntik, dan dokter mengatakan ini harus di rawat, aku terkena dehidrasi, dan typus. Aku pun di rawat di rumah sakit di tangerang untuk beberapa hari. Setelah di rawat orang tua ku pun menelpon ke pesantren kalau aku berada di rumah sakit, awalnya saat orang tuaku menelpon pihak pesantren, pihak pesantren sempat kaget di karenakan bingung tiba-tiba aku sudah ada di rumah.
          Ya, itulah cerita kabur dari pesantren ku yang pertama, nanti akan ku lanjutkan di kabur pesantren part II.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

read comments